Angin melebur bersama malam
rayapi dinginnya sepi
menjajaki temaramnya cahaya bulan
menatap setiap gerakan sang bintang
hilang dan muncul sesuka hati
sejenak ku terbangun dalam mimpiku
mimpi tentang dirimu
layaknya malam yang merindu siang
dalam kerinduan yang tak terkira
dalam kerinduan yang semakin menjadi
semakin menjadi karena tak mampu
tak mampu membujuk takdir yang kian membatu.
--iseng di malam hari saat hati mulai merindu dirinya--
No comments:
Post a Comment