Monday, 18 March 2013



Angin melebur bersama malam
rayapi dinginnya sepi 
menjajaki temaramnya cahaya bulan
menatap setiap gerakan sang bintang 
hilang dan muncul sesuka hati

sejenak ku terbangun dalam mimpiku
mimpi tentang dirimu

layaknya malam yang merindu siang
dalam kerinduan yang tak terkira
dalam kerinduan yang semakin menjadi
semakin menjadi karena tak mampu 

tak mampu membujuk takdir yang kian membatu.

                                                                           --iseng di malam hari saat hati mulai merindu dirinya--

No comments:

Post a Comment