Kaki-kaki telanjang itu menjajaki setiap meter jalanan dengan wajah penuh peluh. Kucuran keringat karena sengatan matahari tak menghentikan langkahnya. Demi sejumput rezeki, dia rela meski harus bersusah payah dengan kaki yang tak sempurna. Menyusuri setiap liku jalanan yang terkadang tak bersahabat.
Setumpuk kardus-kardus bekas yang dibawanya dalam sebuah gerobak tua selalu menemani hari-harinya tanpa henti. Meski kadang hanya setengah dari mereka yang setia. Menjadi harapan baginya untuk bertahan.
--di saat mata-mata yang lain mulai terlelap--
No comments:
Post a Comment