Monday, 18 March 2013



Dia..
sendiri menatap hamparan rumput nan luas itu. Tertegun melihat mereka tertawa-tawa dan tak hentinya berlarian. Bola yang bergelinding kesana kemari membuat matanya tak bisa berkedip. Tak ingin melewatkan setiap detik bumi ini berputar untuknya. Senyum dan gelak tawa anak-anak sebayanya membuat iri hatinya.

Jika dunia ini memang adil, harusnya aku ada di sana. Bersama mereka berlari dari satu ujung ke ujung yang lain, pikirnya. Tapi hati kecilnya menjawab, Dunia ini memang adil. Makna adil baginya tak kan dimengerti kita. Senyum yang tersungging di bibirnya setiap kali seseorang melewati tempat favoritnya, di depan gerbang rumah. Melalui teralis-teralis itu dia dapat menatap keindahan dunia nyata yang tak bisa dimilikinya saat ini.  Melalui kaki-kaki mereka, dia ikut berlari. Melalui tangan-tangan mereka, dia ikut melambai-lambaikan tangan kepada temannya. Melalui pikiran-pikiran yang menyenangkan itu, dia ikut terhanyut bersama kebahagiaan mereka. 

Dirinya tak ada di sana tapi bisa merasakannya. Setiap pagi dan sore dia asyik bercengkerama dengan keindahan itu. Setiap detik yang dia alami menjadi pengalaman yang paling menyenangkan baginya. Indah, selalu indah. Sapaan setiap orang yang melintasi tempatnya berpijak menjadi penawar rindu akan dunia yang lain. Setapak demi setapak dia lalui bersama badan ini. Merasakan keletihan yang tak dimiliki sepasang kaki itu. Sakit, kata mereka. Letih, kata mereka. Tapi semua kata itu tak hadir untuknya. Meski sesaat ikut terusik untuk muncul, tapi dengan sekilat semua ditepisnya. Tak ayal bagi mereka, tapi nyata baginya. Anugerah yang diciptakan Tuhan untuknya ada di setiap hembusan napasnya. Ada di setiap linangan air mata yang datang setiap malam. Di keheningan malam, dia hanya bisa mengadu pada Tuhan. Bukan untuk berkeluh kesah, namun untuk meminta di setiap detik hidupnya, di masa yang akan datang, akan dilaluinya dengan ketabahan yang berlipat ganda. Dengan semangat yang tak kunjung padam dan semakin menjadi di saat hatinya mulai rapuh. Keraguan yang seketika menyelimuti saat kelelahan itu datang, menjadi pendorong baginya untuk lebih yakin akan kuasa Tuhan.

Dari pelita yang tak kunjung padam, terjaga hingga semua makhluk terlelap.

No comments:

Post a Comment